Lompat ke konten
Beranda » Informasi » Teknisi Laboratorium Beton Aspal (Level 5)

Teknisi Laboratorium Beton Aspal (Level 5)

Standar kompetensi pada Jenjang 5 menjamin bahwa praktisi memiliki kemahiran teknis untuk mengelola pengujian beton aspal secara sistematis dan sesuai prosedur SNI/ASTM. Kompetensi utama meliputi:

  • Pengujian Karakteristik Aspal & Agregat: Keahlian dalam melakukan uji penetrasi, titik lembek, dan daktilitas aspal, serta pengujian abrasi dan kelekatan agregat terhadap aspal.
  • Pelaksanaan Uji Marshall: Kapabilitas dalam mencetak benda uji (specimen), melakukan pemadatan, hingga pembacaan nilai stabilitas dan kelelehan (flow) untuk menentukan kualitas campuran.
  • Uji Ekstraksi & Kadar Aspal: Ketelitian dalam memisahkan aspal dari agregat pada sampel hasil produksi lapangan guna memverifikasi apakah kadar aspal dan gradasi agregat sesuai dengan Job Mix Formula (JMF).
  • Pengujian Kepadatan Lapangan (Core Drill): Keterampilan dalam melakukan pengujian berat jenis maksimum (Gmm) dan pengujian sampel inti (core) untuk menentukan derajat kepadatan aspal yang telah terhampar.

Persyaratan Dasar Pemohon

Calon peserta harus memenuhi salah satu kriteria pendidikan dan pengalaman kerja berikut agar dapat mengikuti proses sertifikasi,:

  • Lulusan D3: Program studi Teknik Sipil atau Kimia/Teknik Kimia.
  • Lulusan D2: Bidang serupa dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam bidang pengujian beton aspal.
  • Lulusan D1 / SMK Plus: Bidang serupa dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun dalam bidang terkait.
  • Lulusan SMK: Pengalaman kerja minimal 10 tahun dalam bidang pengujian beton aspal.
  • Lulusan SMA: Pengalaman kerja minimal 12 tahun dalam bidang pengujian beton aspal.
  • Dokumen Administrasi: Salinan KTP dan Ijazah, pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar.

Unit Kompetensi

Seorang Teknisi Laboratorium Beton Aspal Level 5 wajib menguasai 8 unit kompetensi inti yang mencakup aspek keselamatan, komunikasi, hingga teknis pengujian material:

  • Penerapan K3-L: Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan di tempat kerja.
  • Komunikasi: Menerapkan komunikasi yang efektif di tempat kerja.
  • Persiapan Pengujian: Melakukan persiapan untuk pengujian beton aspal.
  • Pengujian Material Aspal: Melakukan prosedur pengujian pada material aspal.
  • Pengujian Agregat Kasar: Melakukan pengujian teknis pada material agregat kasar.
  • Pengujian Agregat Halus: Melakukan pengujian teknis pada material agregat halus.
  • Pengujian Material Filler: Melakukan pengujian pada bahan pengisi (filler).
  • Formula Campuran: Membuat formula campuran kerja (Job Mix Formula) beton aspal.

Unduh : SKKNI 196-2013