Lompat ke konten
Beranda » Informasi » Ahli Madya Teknik Perencanaan Irigasi Rawa

Ahli Madya Teknik Perencanaan Irigasi Rawa

Standar kompetensi pada Jenjang 8 menjamin bahwa praktisi memiliki kapabilitas teknis untuk menghasilkan rancangan irigasi rawa yang akurat, fungsional, dan berkelanjutan. Kompetensi utama meliputi:

  • Perancangan Detail Jaringan Irigasi & Drainase: Keahlian dalam menyusun tata letak (layout) saluran primer, sekunder, dan tersier yang disesuaikan dengan kondisi topografi rawa yang relatif datar.
  • Desain Bangunan Pengatur Air: Kapabilitas dalam merancang pintu-pintu air (pintu ayun/pintu geser), tanggul keliling, dan sistem polder yang efektif untuk mengendalikan tinggi muka air tanah.
  • Analisis Hidro-Topografi Lapangan: Kemampuan menginterpretasikan data pasang surut dan elevasi lahan untuk menentukan pola operasi pintu air yang paling menguntungkan bagi budidaya tanaman.
  • Penyusunan Pedoman Operasi & Pemeliharaan (O&P): Otoritas dalam menyusun skema pengaturan air yang praktis bagi petugas lapangan guna mencegah kekeringan lahan atau pencucian pirit yang tidak terkontrol.

Persyaratan Dasar Pemohon

Calon peserta sertifikasi harus memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknik Sipil atau Teknik Pengairan dengan kriteria sebagai berikut:

  • S1 / S1 Terapan / D4 Terapan: Memiliki pengalaman minimal 6 (enam) tahun di bidang Teknik Perencanaan Irigasi Rawa.
  • Pendidikan Profesi: Memiliki pengalaman minimal 5 (lima) tahun di bidang Teknik Perencanaan Irigasi Rawa.
  • Magister (S2) / S2 Terapan / Spesialis 1: Lulusan pada program studi terkait tersebut.
  • Keanggotaan: Wajib menjadi Anggota Asosiasi Profesi yang terdaftar di LPJK.
  • Dokumen Administrasi: Salinan KTP, pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar.

Unit Kompetensi

Berdasarkan paket kompetensinya, seorang Ahli Madya Teknik Perencanaan Irigasi Rawa wajib menguasai 8 unit kompetensi berikut:

  1. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  2. Melakukan Komunikasi dengan Pihak Terkait.
  3. Melakukan Pekerjaan Persiapan Perencanaan Irigasi Rawa.
  4. Melaksanakan Pengumpulan Data Sekunder dan Primer Irigasi Rawa.
  5. Melakukan Analisis Kawasan Perencanaan Irigasi Rawa.
  6. Membuat Perencanaan Awal (Sistem Makro dan Mikro) Irigasi Rawa.
  7. Membuat Perencanaan Terperinci (Detail Engineering Design) Irigasi Rawa.
  8. Membuat Panduan Rencana Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Rawa.

Unduh : SKKNI 51-2015