tandar kompetensi pada jenjang Juru Gambar Kepala menjamin bahwa setiap set gambar yang dihasilkan memiliki kualitas, akurasi, dan keterbacaan yang tinggi. Kompetensi utama meliputi:
- Koordinasi Gambar Terintegrasi: Keahlian dalam melakukan overlay gambar antar-disiplin (Struktur, Arsitektur, Mekanikal, dan Elektrikal) untuk mendeteksi konflik desain (clash detection) sebelum konstruksi dimulai.
- Standarisasi dan Kontrol Kualitas Dokumentasi: Kemampuan menetapkan standar notasi, skala, lapisan (layers), dan simbol teknik yang seragam untuk seluruh tim, guna menjaga profesionalisme output proyek.
- Transformasi Data ke Gambar Kerja: Kapabilitas dalam memvalidasi gambar rencana menjadi gambar pelaksanaan (shop drawings) dan gambar terlaksana (as-built drawings) yang mencerminkan kondisi riil di lapangan.
- Kepemimpinan Tim Drafter: Manajemen regu juru gambar, termasuk pembagian beban kerja harian dan asistensi teknis dalam penyelesaian detail-detail konstruksi yang rumit.
Persyaratan Dasar Pemohon
Untuk mengikuti sertifikasi ini, pemohon harus memenuhi salah satu kriteria pendidikan dan pengalaman kerja berikut,:
- Lulusan D2 (tanpa syarat minimal pengalaman disebutkan secara spesifik selain ijazah).
- Lulusan D1 atau SMK Plus dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang Menggambar Bangunan Gedung.
- Lulusan SMK dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang Menggambar Bangunan Gedung.
- Lulusan SMA dengan pengalaman kerja minimal 6 tahun di bidang Menggambar Bangunan Gedung.
- Dokumen Administrasi: Salinan KTP, pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar.
Unit Kompetensi
Seorang Juru Gambar Kepala Bidang Konstruksi wajib menguasai 14 unit kompetensi yang mencakup aspek keselamatan, teknis penggambaran, hingga pelaporan:
- Dasar & Komunikasi: Menerapkan peraturan perundang-undangan konstruksi, SMK3 Konstruksi, dan melakukan komunikasi di tempat kerja.
- Persiapan: Menyiapkan rencana, jadwal kerja, serta perangkat kerja pembuatan gambar bangunan gedung.
- Teknis Penggambaran: ◦ Menggambar/plot peta, diagram, dan profil. ◦ Membuat draft gambar rinci bangunan, instalasi, dan proyek konstruksi. ◦ Mengaplikasikan sketsa kasar, spesifikasi, dan data teknik. ◦ Mengidentifikasi simbol pada survei peta topografi dan menginput data topografi menjadi gambar/peta.
- Pemodelan & Penyajian: Membentuk serta mengelompokkan model bangunan gedung sesuai spesifikasi dan kategori, serta menyajikan lembar gambar model tersebut.
- Administrasi: Mendokumentasikan dan melaporkan dokumen gambar bangunan gedung.
Berikut adalah rincian lengkap unit kompetensinya:
1. Kompetensi Dasar dan Komunikasi
- Menerapkan Peraturan Perundang-Undangan terkait Konstruksi dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi.
- Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja.
2. Persiapan Kerja
- Menyiapkan Rencana dan Jadwal Kerja Pembuatan Gambar Bangunan Gedung.
- Menyiapkan Perangkat Kerja Pembuatan Gambar Bangunan Gedung.
3. Teknis Penggambaran dan Draft Rinci
- Menggambar/plot Peta, Diagram Dan Profil.
- Membuat Draft Gambar Rinci Bangunan, Instalasi Dan Proyek Konstruksi.
- Mengaplikasikan Sketsa Kasar Gambar, Spesifikasi Dan Data Teknik.
- Mengidentifikasi Simbol-Simbol Yang Terdapat Pada Survai Peta Topografi.
- Menginput Data Topografi (Hasil Survai/Rekayasa Injiner) Untuk Diproses Menjadi Gambar/Peta.
4. Pemodelan dan Penyajian Gambar
- Membentuk Model Bangunan Gedung Sesuai Spesifikasi.
- Mengelompokkan Model Bangunan Gedung Sesuai Kategori.
- Menyajikan Lembar Gambar Model Bangunan Gedung.
5. Dokumentasi dan Pelaporan
- Mendokumentasikan Dokumen Gambar Bangunan Gedung.
- Melaporkan Dokumen Gambar Bangunan Gedung.
Unduh : SKKNI 327-2009 SKKNI 33-2021 SKKNI 13-2024