Lompat ke konten
Beranda » Informasi » Teknisi Laboratorium Beton Aspal (Level 6)

Teknisi Laboratorium Beton Aspal (Level 6)

Standar kompetensi pada Jenjang 6 menjamin bahwa praktisi memiliki ketajaman analisis untuk memvalidasi kualitas material penyusun beton aspal secara menyeluruh. Kompetensi utama meliputi:

  • Analisis Gradasi & Karakteristik Agregat: Keahlian dalam melakukan uji abrasi (Los Angeles), indeks kepipihan, dan analisis saringan guna memastikan agregat memiliki interlocking yang kuat dan gradasi yang stabil.
  • Pengujian Parameter Marshall: Kapabilitas dalam melakukan uji stabilitas dan kelelehan (flow) untuk menentukan indeks kekuatan campuran aspal dalam menahan beban kendaraan.
  • Verifikasi JMF (Job Mix Formula): Ketelitian dalam melakukan uji coba campuran di laboratorium guna menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang paling efisien namun memiliki durabilitas tinggi.
  • Pengujian Ekstraksi & Kadar Aspal: Keterampilan dalam melakukan pemisahan aspal dari agregat menggunakan metode sentrifugasi atau soklet untuk memverifikasi kesesuaian kadar aspal hasil produksi AMP (Asphalt Mixing Plant).

Persyaratan Dasar Pemohon

Calon peserta sertifikasi harus memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sipil atau Kimia/Teknik Kimia dengan ketentuan pengalaman kerja sebagai berikut:

  • S1 / S1 Terapan / D4 Terapan: Lulusan program studi terkait.
  • D3: Memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam bidang Pengujian Beton Aspal.
  • D2: Memiliki pengalaman kerja minimal 8 tahun dalam bidang Pengujian Beton Aspal.
  • D1: Memiliki pengalaman kerja minimal 12 tahun dalam bidang Pengujian Beton Aspal.
  • Dokumen Administrasi: Salinan KTP dan Ijazah, pas foto 3×4 sebanyak 1 lembar.

Unit Kompetensi

Terdapat 10 unit kompetensi yang mencakup aspek keselamatan, teknis pengujian material, hingga pelaporan:

  • Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3-L).
  • Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja.
  • Melakukan Persiapan Pengujian Beton Aspal.
  • Melakukan Pengujian Material Aspal.
  • Melakukan Pengujian Material Agregat Kasar.
  • Melakukan Pengujian Material Agregat Halus.
  • Melakukan Pengujian Material Filler.
  • Membuat Formula Campuran Kerja Beton Aspal.
  • Melakukan Pengujian Contoh Beton Aspal Hasil Penghamparan dan Pemadatan di Lapangan.
  • Membuat Laporan Kegiatan Pelaksanaan Pengujian Beton Aspal.

Unduh : SKKNI 196-2013